Islamic Center

Islam adalah agama yang paling sempurna olehkarena itu saya membuat blog ini.

Kebiasaan Ummat Terdahulu

“Sungguh kalian (banyak di antara ummatku) yang akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan (sunana) orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, lalau sehasta demi sehasta. Kami (para sahabat) berkata: “Wahai Rasulullah, kebiasaan orang sebelum kami maksudnya siapa?, Yahudi dan Nasrani kah?” Rasul bersbada: “Siapa lagi kalau bukan mereka?“ (Shahih Al-Bukhari)


Hamdan li Robbin khoshshonaa bi Muhammadin wa anqodzanaa min zhulumatil jaHli wad dayaajiri, alhamdu lillaaHil ladzii Hadaanaa bi ‘abdiHil mukhtaari man da’aanaa ilayHi bil idzni wa qod naadaanaa, labbayka yaa man dallanaa wa hadaanaa shallallooHu wa sallam wa baarik ‘alaiih wa ‘alaa aaliH. Alhamdu lillaaHil ladzii jama’anaa fi Haadzal majma’il kariim wa fii Haadzal jam’il ‘azhiim.
Limpahan puji ke hadirat Allah, Maha Penguasa setiap ruh dan jiwa, Maha menerangi jiwa dan sanubari dengan cahaya khusyu’, Maha menenangkan jiwa dengan lezatnya doa, Maha memberi kemuliaan dalam sanubari agar terang benderang dan menjauh dari segala perbuatan hina dan selalu ingin dekat dengan Yang Maha Bercahaya. Allah Sang Penerang tunggal seluruh langit dan bumi, menerangi sanubari hamba-hamba-Nya, menuntun mereka dengan tuntunan-tuntunan keluhuran dengan perantara hamba-hamba-Nya yang dipimpin oleh kekasih-Nya, sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang dengan mencintai beliau maka sampailah seseorang kepada kesempurnaan iman.
“Sungguh kalian (banyak di antara ummatku) yang akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan (sunana) orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, lalau sehasta demi sehasta. Kami (para sahabat) berkata: “Wahai Rasulullah, kebiasaan orang sebelum kami maksudnya siapa?, Yahudi dan Nasrani kah?” Rasul bersbada: “Siapa lagi kalau bukan mereka?“ (Shahih Al-Bukhari)
Maka ummat ini semakin hari akan terus mengikuti adat non muslim dan akan semakin jauh dari sunnah nabi Muhammad (saw), meskipun seandainya non muslim itu masuk ke lubang biawak, niscaya mereka akan ikut juga ke lubang biawak. Maksudnya meskipun itu adalah hal-hal yang hina, maka akan diikuti juga oleh sebagian orang dari ummat beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, maka ketika itu para sahabat bertanya : “Siapa mereka yang akan diikuti oleh ummatmu kelak di akhir zaman, apakah mereka yahudi dan nashrani?” maka Rasul menjawab : “Kalau bukan mereka siapa lagi?“.
Kebiasaan-kebiasaan baik dari non muslim itu sunnah diikuti, tetapi kebiasaan-kebiasaan buruk tidak dibenarkan untuk diikuti, sebagaimana diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari ketika Rasul melewati orang Yahudi yang berpuasa ‘asyura (tanggal 10 Muharram) maka ditanya oleh Rasul (Saw) : “Kenapa kalian puasa wahai orang-orang yahudi?” maka orang yahudi menjawab : “Kami berpuasa karena hari ini adalah hari keselamatan Musa (dari Fir’aun),“ maka rasul bersabda: “Kami lebih berhak memuliakan Musa daripada kalian.” Maka Rasul saw juga memerintahkan ummatnya untuk puasa ‘Asyura. Bukankah ini juga mengikuti adat yahudi?! Tetapi tentunya ada manfaat dan kemuliaannya, padahal nabi Musa juga termasuk orang yang berada di bawah payung nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yang telah disumpah oleh Allah untuk setia kepada nabi Muhammad dalam firman-Nya :
“Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, “ketika Aku memberikan kitab dan hikmah kepada kalian (wahai para Nabi), lalu seorang rasul muncul (Nabi Muhammad saw di akhir zaman) dan membenarkan apa yang ada pada kalian, niscaya kalian mesti sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya, apakah kalian setuju dan menerima perjanjian dengan-Ku atas yang demikian itu?” mereka menjawab : “kami berjanji” . (lalu Allah berfirman) : kalau begitu bersaksilah kalian (para nabi) dan Aku menjadi saksi bersama kalian.” ( QS. Al Imran: 81 )
Seluruh nabi adalah pendukung nabi Muhammad saw, di masa mereka masing-masing telah mendakwahkan akan datangnya nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum beliau saw lahir ke muka bumi. Maka jelas sudah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berbijaksana atas hal-hal yang bermanfaat dan boleh diikuti. Tetapi yang tidak bermanfaat jangan diikuti, seperti yang telah disabdakan nabi saw sebagai memasuki lubang biawak, maksudnya adalah mengikuti hal-hal ynag tidak bermanfaat seperti memakai anting di hidung atau di lidahnya, hal ini tidak membawa manfaat, mengapa diikuti?! namun sebagian dari ummat Islam mengikutinya, sebagian di antara ummat terdahulu ada yang homoseksual, lesbian dan lainnya maka ummat di zaman sekarang ada yang mengikutinya, wal’iyazubillah. Semoga Allah menjaga kita semua dari maksiat.
Semakin ke depan semakin banyak orang-orang yang menginginkan hal-hal seperti itu tersebarluas, mereka menginginkan juga orang-orang yang memusuhi nabi semakin banyak, supaya yang mengaku nabi semakin banyak, supaya yang mengaku Tuhan semakin banyak, yang mengaku malaikat semakin banyak, mereka ingin semua itu ada.
Maka tugas kita sebagai pengikut sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tidak boleh sekedar diam, tapi masing-masing mempunyai cara, ada yang dengan cara terjun ke politik, kalau kita tidak terjun ke politik, kita berjalan dengan manhaj (tuntunan) Guru mulia kita, kita tetap membenahi umat dengan kedamaian, dengan ketenangan, dengan zikir, dengan shalawat, dengan budi pekerti yang baik, tidak ada daripada Majelis Rasulullah yang mendukung gerakan demo, kita membenahi dengan cara lain jadi tidak ada permusuhan dengan mereka yang berdemo karena satu niat dan satu tujuan. Demikianlah manhaj Guru Mulya, membenahi ummat dengan kedamaian, bukan dengan politik, bukan dengan demonstrasi, bukan dengan kekerasan, tetapi membenahi ummat dengan kedamaian, dengan kelembutan, dengan ketenangan, dengan zikir, dengan shalawat, dengan budi pekerti yang baik.
Seandainya dicontohkan satu saudara kita jatuh ke jurang dan tersangkut, hampir jatuh ke dalamnya, ketika itu ada dua orang yang mau menolong, yang satu dengan cara turun langsung ke jurang untuk menolong, sedangkan yang satu lagi dengan cara menurunkan tali, keduanya sama-sama ingin menolong tetapi dengan cara yang berbeda. Jadi jangan saling menyalahkan karena sama-sama untuk menyelamatkan Islam. Majelis Rasulullah mempunyai cara, dan yang lain juga mempunyai cara, kaum muslimin muslimat berjalan dengan caranya sendiri tanpa ada permusuhan dengan siapapun, yang masih mengakui “Laa ilaaha illallaah Muhammadur rasulullaah“ maka mereka masih saudara kita. Ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak mengkafirkan ahlul qiblah. Jika ia baik maka ia lebih kita cintai, jika ia jahat, fasiq, zhalim dan selalu bermaksiat maka kita ajak dan doakan ia agar mendapat hidayah, itulah budi pekerti sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Sebagaimana wasiat guru mulia kita kemarin ketika di Senayan bahwa orang-orang Muslim yang bermaksiat jangan dihardik, dicaci atau dimaki, tetapi sampaikan kepadanya kemuliaan dengan lemah lembut dan doakan serta kasihani, seperti itu peringatan Guru mulia kita ketika di Senayan kemarin, mungkin sebagian besar di antara kalian telah mendengarnya.
Keadaan yang telah disampaikan nabi terjadi saat ini, kebanyakan ummat beliau telah menjauh dari sunnah-sunnahnya, dan gerakan Majelis Rasulullah mengembalikan ummat untuk kembali kepada ajaran sayyidina Muhammad saw, sunnah nabi Muhammad saw. Semoga gerakan-gerakan seperti ini dibangkitkan oleh Allah menjadi semakin makmur. Kini semakin besar gerakan-gerakan yang merusak tuntunan kedamaian sang nabi, semakin banyak muncul ajaran-ajaran sesat, semoga Allah makmurkan majelis-majelis nabi Muhammad saw, Allah makmurkan panggung-panggung dakwah sayyidina Muhammad saw yang membawa kedamaian, yang membawa kesejahteraan, sejahtera pada masyarakat dan juga pada alam, jika ketika ada Abu Bakr As Shiddiq di atas gunung Uhud maka gunung itu tidak boleh guncang, demikian yang disabdakan sang Nabi.
Ya Allah, perbanyak para shiddiqin di wilayah kami agar semakin reda musibah, jika ada As Shiddiq dalam suatu wilayah maka musibah akan menjauh, karena mendapat larangan langsung dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah perintahkan kepada alam semesta untuk taat kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Bulan ketika dipanggil oleh Rasulullah saw, maka bulan itu datang, diperintah terbelah maka bulan itu terbelah, diperintah kembali, bulan itu kembali. Ketika pohon dipanggil maka pohon itu datang, ia keluar dengan mencabut akarnya bergerak ke kiri dan ke kanan ke depan dan ke belakang untuk mengeluarkan seluruh akarnya dari bumi, dan menyeret akarnya yang penuh tanah datang ke hadapan Rasululullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan bersalam kepada beliau saw, demikian yang telah disampaikan oleh Al Imam Qadhi Iyadh di dalam kitab As Syifaa. Oleh sebab itu para shiddiqin dan shalihin inilah yang seharusnya kita makmurkan lagi, karena para zhalimin sudah begitu banyak, orang-orang fasik sedemikian banyak dan semakin bertambah, semoga semakin banyak pula orang yang bertobat.
Ya Rabb, makmurkan majelis-majelis yang mendukung pada bangkitnya para shalihin dan shiddiqin. Dan jangan lupa bahwa tidak sempurna iman kita jika belum sempurna cinta kita kepada sayyidina Muhammad. Sayyidina Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah adalah seorang yang sangat mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang digelari “Madinah Al ‘ilm“ (kota ilmu). Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari, Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai Ali kau adalah bagian dariku dan aku adalah bagian dari kamu”
Diriwayatkan juga di dalam Shahih Al Bukhari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada sayyidina Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah: “Apakah engkau tidak ridha kedudukanmu di sisiku seperti kedudukan Harun di sisi Musa?” (Shahih Al Bukhari)
Begitu dekat kedudukan sayyidina Ali di sisi Rasul saw , namun ketika sayyidina Ali memegang khilafah dan banyak terjadi permasalahan, maka sayyidina Ali berkata: “Musyawarahkan dan putuskan apa yang kalian inginkan, sungguh aku benci perpecahan dan perselisihan sampai ada persatuan pada manusia, atau aku wafat seperti sahabat-sahabatku.”
Yang dimaksud Sahabat beliau adalah sayyidina Abu Bakr, sayyidina Umar dan sayyidina Utsman radhiyallahu anhum, yaitu khalifah-khalifah sebelum beliau. Cita-cita beliau adalah persatuan, kalau tidak bisa menyatukan maka beliau memilih wafat menyusul para sahabatnya terdahulu. Demikian sayyidina Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah yang sangat dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Wahai Allah kami bermunajat demi kedamaian Jakarta, demi kedamaian bangsa kami, agar Engkau tenangkan segala emosi dan pertikaian yang akan muncul diantara sesama muslimin dan muslimin dengan non muslim, jangan sampai ada permasalahan dan pertumpahan darah. Rabby, kami bermunajat atas nama-Mu Yang Maha Luhur agar Kau tenangkan jiwa-jiwa dari segala keinginan untuk berpecah belah dan bertumpah darah antara Muslimin dan antara Muslim dengan non Muslim. Rabby, jadikan Jakarta kota damai, jadikan Jakarta kota kedamaian sayyidina Muhammad, jangan Kau jadikan Jakarta kota pertumpahan darah dan permusuhan, jadikanlah bangsa ini bangsa yang damai, bangsa yang dipenuhi keberkahan, karena pertolongan Allah itu ada pada perkumpulan, sedangkan perpecahan serta saling hantam adalah bala’, dan azab dari Allah yang akan turun sesudah perpecahan itu. Rabby Rabby, jauhkan kami dari segala permasalahan, jauhkan kami dari segala perselisihan, jauhkan kami dari segala permusuhan dan jauhkan kami dari segala musibah, Ya Rahman Ya Rahim.

http://artikelislami.wordpress.com/

0 komentar:

Posting Komentar

.
.
.

Browser Islam Center

Islami Jam ..

Blog Saya ^_^

# Blog ini saya buat untuk menambah wawasan semua orang yang masuk ke blog saya. Untuk itu saya berharap agar blog saya ini bisa bermanfaat bagi semua orang.
# Terima Kasih.

Follower ^_^

jejak - jejak kawan | islamicenter

Menu Link

Transtool

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Visitor..

cursor

Penyejuk Hati

Kata Mutiara

Welcome ..... Selamat Datang !!! semoga dapat bermanfaat dengan menambah pengalaman dan pengetahuan anda . Berterimakasihlah kepada Allah S.W.T yang telah memberikan sesuatu yang lebih kepada kita .TeRIma kASih ... TKJ Muhammad Fatchur Rizqon